Info Sekolah
Rabu, 18 Feb 2026
  • Madrasah Islami, Berteknologi, Berwawasan Lingkungan Dan Berakhlaqul Karimah. PTSP=>CERIA (Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif, Akuntabel)
  • Madrasah Islami, Berteknologi, Berwawasan Lingkungan Dan Berakhlaqul Karimah. PTSP=>CERIA (Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif, Akuntabel)
18 Juni 2025

MTsN 2 Lamongan Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning, bekali GTK hadapi tantangan Pendidikan Abad 21

Rab, 18 Juni 2025 Dibaca 513x Uncategorized

Lamongan, 18 Juni 2025 – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui gelaran workshop hari kedua yang berlangsung meriah di ruang guru madrasah pada Rabu, 18 Juni 2025. Workshop yang diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ini menghadirkan dua narasumber kompeten yang membekali peserta dengan wawasan terkini Kurikulum Berbasis Cinta dan pembelajaran Deep Learning di Madrasah.

Narasumber pertama adalah Bapak Dr. H. Widayanto, M.Pd dari WI Surabaya


.Beliau memukau peserta dengan pemaparan mendalam mengenai Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Deep Learning. Pak Wid, sapaan akrabnya, secara tuntas mengupas berbagai aspek Kurikulum Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional.

Menurut Dr. Widayanto, Kurikulum Cinta bertujuan melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan. Pria kelahiran Kota Batu Malang ini kemudian menjelaskan Lima Model Transformasi Kurikulum Cinta:
• Integrasi teknologi digital untuk efektivitas kurikulum.
• Evaluasi yang lebih holistik dan fokus pada pengembangan karakter siswa.
• Integrasi nilai-nilai moderasi beragama dan kesadaran lingkungan.
• Fokus pengembangan karakter dan keterampilan hidup.
• Pendekatan pembelajaran interaktif.
Lebih lanjut, beliau memaparkan Empat Pilar Kurikulum Cinta:
• Hablum Minallah: Membangun cinta kepada Tuhan dengan memperkuat hubungan spiritual sejak dini.
• Hablum Minannas: Menumbuhkan toleransi dan hubungan sosial yang baik dengan sesama manusia.
• Hablum Bi’ah: Kesadaran lingkungan dan tanggung jawab dalam menjaga bumi.
• Hubbul Wathan: Menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan budaya.

Tidak hanya itu, Pak Wid juga memperkenalkan Sembilan Modal Kurikulum Cinta yang menjadi pondasi utama:

  1. Cinta Allah: Menanamkan bahwa semua hal karena Allah.
  2. Cinta Rasul: Meneladani perkataan, perbuatan, dan amalan-amalan sunah (Hadits).
  3. Cinta Al-Quran: Membaca, menulis, menghafal Al-Quran, dan mengamalkannya.
  4. Cinta Ilmu: Mempelajari berbagai ilmu untuk bekal kehidupan.
  5. Cinta Diri Sendiri: Memulai apapun dari diri sendiri.
  6. Cinta Orang Lain: Menanamkan cinta sesama dan saling berbagi.
  7. Cinta Lingkungan: Merawat, menjaga, dan peduli pada lingkungan.
  8. Cinta Digital: Menguasai Teknologi Informasi sesuai perkembangan dan tuntutan zaman.
  9. Cinta Indonesia: Menanamkan NKRI Harga Mati.

Lebih lanjut dia menjelaskan Pembelajaran Deep Learning, merupakan pembelajaran mendalam yang menggembirakan, menumbuhkan kesadaran, dan bermakna dengan prinsip memahami, menerapkan, dan refleksi. Peserta didik diharapkan dibekali kemampuan abad 21 meliputi kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kritis, demi tercapainya Indonesia Emas 2045.

Narasumber kedua Bapak Mustofa Hadi, S.Pd M.Pd, selaku Pengawas Madrasah Kemenag Lamongan.

Beliau membawakan materi menarik mengenai Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran Deep Learning. Bapak Mustofa menegaskan bahwa AI bukanlah pengganti posisi guru, melainkan alat yang membantu melengkapi kebutuhan pembelajaran.
Dalam sesi praktiknya, Bapak Mustofa Hadi mendemonstrasikan berbagai platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Meta AI, dan lainnya dalam pembuatan modul ajar, asesmen, serta keperluan lain yang menunjang proses pembelajaran. Hal ini memberikan gambaran konkret kepada peserta tentang bagaimana teknologi AI dapat diintegrasikan secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar.

Workshop ini diharapkan dapat membekali GTK MTsN 2 Lamongan dengan pemahaman mendalam tentang Kurikulum Berbasis Cinta dan kemampuan mengoptimalkan teknologi AI dalam pembelajaran, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan relevan dengan tantangan pendidikan di abad ke-21.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar