Info Sekolah
Rabu, 18 Feb 2026
  • Madrasah Islami, Berteknologi, Berwawasan Lingkungan Dan Berakhlaqul Karimah. PTSP=>CERIA (Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif, Akuntabel)
  • Madrasah Islami, Berteknologi, Berwawasan Lingkungan Dan Berakhlaqul Karimah. PTSP=>CERIA (Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif, Akuntabel)
18 Juni 2025

MTsN 2 Lamongan Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Deep Learning

Rab, 18 Juni 2025 Dibaca 389x Uncategorized

Lamongan, 17 Juni 2025 – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lamongan hari ini memulai sebuah terobosan penting dalam dunia pendidikan dengan menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Deep Learning. Acara yang berlangsung mulai tanggal 17 hingga 19 Juni 2025 ini bertempat di ruang guru MTsN 2 Lamongan dan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan (GTK).

Workshop ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pemahaman mendalam tentang kurikulum berbasis cinta yang diinisiasi oleh Kementerian Agama, serta metode pembelajaran Deep Learning yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Lamongan, Bapak Asman, S.Ag, M.Pd menyampaikan harapannya agar workshop ini dapat menjadi momentum bagi para guru untuk mengembangkan diri dan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna. “Kami berharap, melalui kurikulum berbasis cinta dan pendekatan Deep Learning, para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan akhlak mulia,” ujar Bapak Asman.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Bapak H. M. Muhlisin Mufa, S.Ag, M.Pd.I. Dalam sambutannya, Bapak Muhlisin Mufa menyampaikan pembinaan yang penuh inspirasi. Beliau mengawali dengan pantun, “Perahu berlayar di tengah samudra, membawa asa menuju cita. Workshop hari ini penuh makna, untuk pendidikan yang lebih utama.”

Materi Pembinaan Kepala Kemenag Lamongan

Bapak H. M. Muhlisin Mufa, S.Ag, M.Pd.I. dalam pembinaannya menekankan bahwa perubahan adalah sunatullah. Beliau mengilustrasikan dengan peristiwa turunnya perintah “Iqra'” kepada Nabi Muhammad SAW pada usia 40 tahun, yang menjadi tonggak awal perubahan besar dalam sejarah Islam. Pada fase Makkah selama 13 tahun, fokus dakwah adalah materi keimanan dan akhlak. Kemudian, ketika hijrah ke Madinah, dakwah berkembang yang mencakup berdagang dan akhlak, menunjukkan adaptasi terhadap kebutuhan zaman.

Bapak Muhlisin Mufa juga mengaitkan konsep Deep Learning dengan sejarah ulama terdahulu, mencontohkan kisah Imam Syafi’i dan muridnya, Ahmad bin Hanbal. Beliau menjelaskan bahwa hakikat Deep Learning telah dipraktikkan sejak zaman ulama, di mana pemahaman mendalam dan penguasaan ilmu dilakukan secara komprehensif.

“Islam adalah agama Allah yang akan selalu dijaga oleh-Nya,” tegas Bapak Muhlisin Mufa. “Dan GTK memiliki peran penting untuk ikut serta menjaga agama Allah melalui pendidikan.”

Beliau juga menyoroti relevansi Qur’an Surat An-Nisa ayat 28 yang mengingatkan agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Oleh karena itu, perubahan kurikulum menjadi sebuah keniscayaan agar sesuai dengan tuntutan zaman.

Bapak Muhlisin Mufa memaparkan kilas balik perjalanan kurikulum pendidikan di Indonesia mulai 1947: Kurikulum Rencana Pelajaran,1952: Kurikulum Rencana Pelajaran Terurai, 1964: Kurikulum Rencana Pendidikan, 1968: Kurikulum 68, 1975: Kurikulum 75 (dianggap kurang relevan karena menempatkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar), 1984: Kurikulum 84 / CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), guru sebagai salah satu sumber belajar dan 1994: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), 2013: Kurikulum 2013 (Kurtilas), 2021: Kurikulum Merdeka (Kurmer) dan terbaru tahun 2025: Kurikulum Cinta

“Kementerian Agama menghadirkan Kurikulum Cinta, karena cinta sekarang sudah langkah.,” pungkas Bapak Muhlisin Mufa, menegaskan filosofi di balik kurikulum terbaru ini.

Materi pertama


Usia acara penutupan dilanjutkan materi pertama oleh H. Khoirul Anam, S.Ag, M.Ag selaku Kasubag TU, Kemenag Lamongan dan sebagai Plt Pedma Kemenag Lamongan menekankan pentingnya moderasi beragama dalam lingkungan Madrasah.

Dalam sebuah kesempatan, pak Anam menyatakan bahwa guru hendaknya menjadi agen utama dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik. Beliau menggarisbawahi kisah Nabi Ibrahim AS yang senantiasa berpuasa namun membatalkannya demi menghormati tamu sebagai teladan nyata, menunjukkan bahwa menghormati sesama merupakan bagian integral dari ibadah dan esensi moderasi.

Dan pak Anam berharap Workshop ini dapat menjadi bekal berharga bagi para guru MTsN 2 Lamongan untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan cinta, akhlak mulia, dan pemahaman mendalam pada diri peserta didik.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar