LAMONGAN – Sebanyak 190 siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lamongan melaksanakan serangkaian kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA) yang berkesan pada hari Selasa, 29 April 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada kekayaan budaya lokal, sejarah Islam, serta pentingnya menjaga kesehatan fisik.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan edukatif ke sentra anyaman bambu di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi. Kedatangan rombongan siswa disambut hangat oleh Kepala Desa Sukolilo (Sumiran) beserta perangkat desa Sukolilo
Kepala MTsN 2 Lamongan (Bapak Asman, S.Ag, MM) menyampaikan ucapan syukur dan terimakasih kepada bapak kepala Desa beserta perangkat desa Sukolilo yang telah berkenan menerima rombongan P5RA dengan baik dan penuh rasa kekeluargaan. Semoga dengan kunjungan ini menjadi ikatan keluarga baru dan anak-anak peserta P5RA mamperoleh pengetahaun dan pengalaman terkait budaya kearifan lokal khusus anyaman bambu.
Bapak Riyanto ketua UMKM sekaligus sebagai Kasun Dukoh Sukolilo menjelaskan penjelasan mengenai sejarah, teknik, dan manfaat anyaman bambu sebagai bagian dari warisan budaya daerah dan berinteraksi langsung dengan para pengrajin, menyaksikan proses pembuatan berbagai produk anyaman bambu yang indah dan bernilai ekonomi tinggi. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah, teknik, dan manfaat anyaman bambu sebagai bagian dari warisan budaya daerah.
Bapak Ainul Rofik, S.Pd selaku Koordinator P5RA bisa terlaksana atas dukungan Bapak Kepala Madrasah, Koordinator, Wali kelas dan pendampingn kegiatan serta Serta Wali Siswa kelas 7. Rofik panggilan akrab coordinator P5RA juga menyampaikan tujuan diadakan Kegiatan P5RA ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang holistik bagi siswa kelas 7 MTsN 2 Lamongan, menggabungkan aspek pengembangan karakter, pemahaman budaya lokal, penghormatan terhadap sejarah, dan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Melalui kegiatan di luar kelas ini, diharapkan siswa dapat lebih menghargai kearifan lokal, meneladani nilai-nilai luhur para pendahulu, serta memiliki gaya hidup yang sehat dan aktif.
Setelah mendalami kerajinan lokal, perjalanan dilanjutkan dengan kegiatan ziarah dan kunjungan ke Museum Sunan Drajat. Di tempat bersejarah ini, siswa belajar tentang perjuangan Sunan Drajat dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, nilai-nilai kearifan lokal yang beliau ajarkan, serta meneladani akhlak mulia beliau. Kunjungan ke museum memberikan wawasan mendalam tentang sejarah Islam dan warisan budaya yang patut dilestarikan.
Sebagai penutup kegiatan P5RA yang penuh manfaat ini, para siswa menuju Malindo Lowayu di Gresik untuk melaksanakan kegiatan renang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga bertujuan untuk menanamkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani. Keceriaan dan semangat siswa terlihat jelas saat mereka menikmati kesegaran air dan berinteraksi dengan teman-teman.